ETIKOLEGAL PENOLAKAN KARANTINA PADA MASA PANDEMI : PERTENTANGAN HAL INDIVIDU DAN MASYARAKAT
JEFRI NATANAIL PURBA, JODY SETIAWAN SIREGAR, VELINA ANGELICA BR SARAGI, STEVAN FEBRIANDO SINAGA (2023) ETIKOLEGAL PENOLAKAN KARANTINA PADA MASA PANDEMI : PERTENTANGAN HAL INDIVIDU DAN MASYARAKAT , SKRIPSI, UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
ABSTRAK
Abstrak
Penolakan karantina di zaman pandemi adalah hal yang sangat berbahaya pada saat
itu. Untuk hukum di negara Indonesia sendiri, masih kurang tegas dalam menegakkan
keadilannya bahkan yang sudah tertulis sekalipun tidak cukup kuat untuk menegaskan
keadilan yang ada. Penolakan karantina ini juga kerap kali dilakukan oleh oknum-oknum
yang tidak bertanggung jawab karena merasa memiliki jabatan yang cukup besar untuk tidak
menaati peraturan yang ada. Seperti pada contoh kasus yang kami berikan, penolakan
karantina yang dilakukan oleh salah satu public figure yang ada justru merugikan banyak
pihak, tidak hanya merugikan dirinya sendiri tetapi juga merugikan orang-orang yang
membantunya serta masyarakat sekitar. Namun, dia dan rekan-rekannya yang melanggar
kekarantinaan ini justru tidak mendapat hukuman yang sepantasnya sedangkan orang-orang
yang membantunya untuk melanggar kekarantinaan ini mendapat sanksi yang lebih berat.
Tujuan dari penelitian ini, adalah untuk mengetahui penegakan sanksi hukum serta
mengetahui etika, hukum dan keadilan terhadap pelaku penolakan karantina. Dan juga sama
seperti yang sudah-sudah, hukum yang berlaku bergerak tumpul ke atas dan runcing ke
bawah. Etika, hukum dan keadilan adalah hal yang berkesinambungan dan memiliki satu
kesatuan yang padu termasuk pada hal penolakan karantina itu sendiri, dimana hak
masyarakat, ketentuan hukum dan sifat dasar menolak dan menerima menentukan segala
aspek. Menurut temuan penelitian ini, seharusnya untuk pelaku penolakan karantina,
dikenakan sanksi yang lebih tegas dan sama rata, tanpa terkecuali agar tidak terjadinya
kecemburuan sosial. Kecemburuan sosial itu sendiri, sangat merugikan seperti orang-orang
yang tidak memiliki kekuasaan atau jabatan yang penting untuk bisa membantunya lari dari tanggungjawab, sedangkan orang-orang yang memiliki kekuasaan dengan tenang kabur
begitu saja.
JURNAL
| KATEGORI JURNAL | Jurnal Nasional |
|---|---|
| TAHUN JURNAL | 2023 |
| VOLUME JURNAL | 5 |
| NOMOR JURNAL | 4 |
| NAMA PENERBIT | UNES LAW REVIEW |
| NOMOR ISSN/ISBN | E-iSSN : 2622:7045 P-ISSN : 2654:3605 |
| LAMAN PENERBIT (URL) | https://review-unes.com/index.php/law/index |
| LAMAN ARTIKEL (URL) | https://review-unes.com/index.php/law/article/view/447 |