ANALISIS LOKASI PEMASANGAN TOWER SELULAR PADA PT. SOLUSI TUNAS PERTAMA DENGAN METODE SMART
ANDRI SYAHPUTRA TARIGAN, RYAN CHANDRA, MAYA FRIDA PANJAITAN (2022) ANALISIS LOKASI PEMASANGAN TOWER SELULAR PADA PT. SOLUSI TUNAS PERTAMA DENGAN METODE SMART , SKRIPSI, UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
ABSTRAK
Abstrak
Selular merupakan sesuatu hal yang paling penting bagi masyarakat saat sekarang ini. Untuk itu sinyal yang kuat merupakan hal prioritas sebagai sarana yang harus ada untuk mendudung selular bekerja dengan baik. Pemasangan tower selular untuk kebutuhan kuatnya sinyal merupakan hal yang penting. PT. Solusi Tunas Pertama adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pembangunan tower selular. Permasalahan ditemukan yaitu sulitnya menentukan pemasangan tower yang tepat dikarenakan kondisi dan lingkungan serta dampak yang ditimbulkan dari tower selular tersebut. Untuk itu dibutuhkan suatu analisis dalam penentuan daerah yang tepat untuk pemasangan tower selular tersebut. Pada penelitian ini, penulis menggunakan kriteria yaitu Kepadatan penduduk, Jarak, Akses, Tower yang sudah ada dan Biaya. Kelima kriteria ini yang sering digunakan pada perusahaan untuk penilaian lokasi. Penulis menggunakan metode SMARTER dalam menganalisis penentuan lokasi pemasangan tower selular PT. Solusi Tunas Pertama. Hasil yang didapat yaitu daerah Desa Gunung Kiri merupakan lokasi yang tepat untuk pemasangan tower selular dengan nilai yang didapat 60.58929 dibanding pada lokasi lainnya itu Hutan Sisiran dan Sawah Balunga. Penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan membantu pihak perusahaan dalam menentukan lokasi pemasangan tower dengan keyakinan yang tepat tanpa perlu hanya menduga-duga sehingga keputusan tidak tepat.
JURNAL
| KATEGORI JURNAL | Jurnal Nasional Terakreditasi |
|---|---|
| TAHUN JURNAL | 2022 |
| VOLUME JURNAL | 10 |
| NOMOR JURNAL | 2 |
| NAMA PENERBIT | INFOKUM |
| NOMOR ISSN/ISBN | 23029706 |
| LAMAN PENERBIT (URL) | http://infor.seaninstitute.org/index.php/infokum/index |
| LAMAN ARTIKEL (URL) | http://infor.seaninstitute.org/index.php/infokum/article/view/449 |