UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK KUNYIT PUTIH (CURCUMA ZEDOARIA) TERHADAP ORGAN HATI DAN LAMBUNG TIKUS WISTAR JANTAN
ARAMINTA MARELLA ZEGA (2021) UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK KUNYIT PUTIH (CURCUMA ZEDOARIA) TERHADAP ORGAN HATI DAN LAMBUNG TIKUS WISTAR JANTAN , SKRIPSI, UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
ABSTRAK
ABSTRAK
Kunyit putih sering sekali digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya bagi organ hati. Tetapi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dosis yang tepat dan benar dalam menggunakan kunyit putih ini. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui dosis toksik dari ektrak kunyit putih untuk memperkirakan derajat kerusakan yang diakibatkan oleh ektrak tersebut terhadap organ hati. Rancangan penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan cara Post Test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 ekor tikus setiap kelompok dengan jumlah kelompok tikus terdiri dari 6 kelompok dengan jumlah total sampel 30 tikus putih jantan jenis galur wistar dan di setiap kelompok dilakukan perlakuan yang berbeda- beda. Pengumpulan sampel dilakukan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Tikus dibagi menjadi 2 kelompok kontrol yaitu kontrol negatif aquades dan kontrol positif NaCMC, dan juga 4 kelompok perlakuan dengan dosis 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB, 750 mg/KgBB, dan 2000 mg/KgBB. Dari hasil di dapatkan bahwa gambaran histopatologi kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, tetapi pada kelompok perlakuan dosis 250mg/KgBB dan 500 mg/KgBB terlihat sangat jelas dimana banyak kerusakan yang berat dan mulai terjadi degenarasi hidrofilik dimana pembengkakan sel, adanya di jumpai juga vakuola lemak. Namun hal ini terjadi kemungkinan sampel hati sudah memiliki riwayat penyakit sehingga memberikan gambaran degenerasi. Tetapi pada dosis 750 mg/KgBB dan 2000 mg/KgBB dijumpai sel yang mulai membaik dengan menunjukkan adanya perbaikan dimana berkurangnya degenerasi parenkimatosa dan degenerasi hidrofik tetapi masih dijumpai kelainan hati yang abnormal yaitu masih adanya pembengkakan pada sel-sel Dengan kesimpulan semakin tinggi diberikan dosis dalam perlakuan maka memberikan efek yang positif atau baik terhadap perbaikan kerusakan hati.
JURNAL
| KATEGORI JURNAL | Jurnal Nasional |
|---|---|
| TAHUN JURNAL | 2021 |
| VOLUME JURNAL | 8 |
| NOMOR JURNAL | 4 |
| NAMA PENERBIT | Majalah Kesehatan |
| NOMOR ISSN/ISBN | 25487698 |
| LAMAN PENERBIT (URL) | https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/index |
| LAMAN ARTIKEL (URL) | https://majalahfk.ub.ac.id/index.php/mkfkub/article/view/493 |