SISTEM PENGENDALIAN GULMA PADA KEBUN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) MASYARAKAT DI DESA BATU MELENGGANG, KEC. HINAI, KAB. LANGKAT, SUMATERA UTARA
ALDY RIZQAN (2021) SISTEM PENGENDALIAN GULMA PADA KEBUN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) MASYARAKAT DI DESA BATU MELENGGANG, KEC. HINAI, KAB. LANGKAT, SUMATERA UTARA , SKRIPSI, UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
ABSTRAK
Aldy Rizqan, Sistem Pengendalian Gulma pada Kebun Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Masyarakat di Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Dibimbing oleh Sari Anggraini, S.Si., M.Si. Penelitian “Sistem Pengendalian Gulma pada Kebun Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Masyarakat di Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat” bertujuan untuk mengetahui sistem pengendalian gulma pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Batu Melenggang. Penelitian ini menggunakan metode survei tentang pengendalian gulma yang dilakukan di kebun masyarakat di Desa Batu Melenggang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 12 petani kelapa sawit. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan sistem purposive sampling, sedangkan jenis gulma dominan dilakukan secara analisis vegetasi dengan metode kuadrat. Dilakukan perhitungan Nisbah Jumlah Dominan (NJD) dan Indeks Shannon Wiener untuk menentukan gulma yang dominan dan tingkat keanekaragaman gulma pada kebun kelapa sawit. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh petani di Desa Batu Melenggang lebih banyak menggunakan pola jarak tanam segi empat yaitu sebanyak 58,33%. Masyarakat petani di Desa Batu Melenggang lebih banyak menggunakan jarak tanam 8x9 meter dengan persentase 75% petani. Populasi tanaman pada kebun kela sawit di Desa Batu Melenggang sebanyak 75% petani memiliki populasi 138 pohon/Ha. Jenis gulma yang dominan pada perkebunan ini adalah Paspalum conjugatum Berg. dengan nilai NJD 24,34%. Indeks keanekaragaman jenis gulma pada perkebunan kelapa sawit yaitu H’ = 2,40. Nilai tersebut menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis gulma pada perkebunan tersebut tergolong tinggi. Petani banyak menggunakan teknik pengendalian secara kimiawi dengan persentase yang mencapai 66,66%. Pengendalian gulma secara mekanik dilakukan oleh 25% petani. Kemudian pengendalian secara kimiawi dan mekanik hanyak dilakukan sebanyak 8,33% petani. petani melakukan rotasi pengendalian gulma dalam setahun sebanyak 2 kali rotasi dengan persentase 50% petani. Petani menggunakan jenis herbisida glifosat untuk mengendalikan gulma dengan persentase 58% petani. Petani lebih banyak menggunakan dosis herbisida 150 cc/tangki dengan persentase 50% petani.
JURNAL
| KATEGORI JURNAL | Jurnal Nasional Terakreditasi |
|---|---|
| TAHUN JURNAL | 2021 |
| VOLUME JURNAL | 9 |
| NOMOR JURNAL | 3 |
| NAMA PENERBIT | Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan |
| NOMOR ISSN/ISBN | 2302-6944 |
| LAMAN PENERBIT (URL) | http://journal.uncp.ac.id/index.php/perbal |
| LAMAN ARTIKEL (URL) | http://journal.uncp.ac.id/index.php/perbal |